Personal Paradigms
Selamat datang Bulan Juni, Hari Lahirnya Pancasila !
Selamat datang juga bagi para pembaca! みなさん!
Selamat datang juga bagi para pembaca! みなさん!
Pada pembahasan kali ini kita akan memfokuskan topik pada tema "Personal Paradigma"
Apasih itu "Paradigma?" Paradigma bisa dikatakan seperti keberlanjutannya dari mindset "pola pikir" yang bersifat lebih ke arah tindakan.
Secara etimologis paradigma berasal dari bahasa Yunani yang berarti (Para : di sebelah/di samping dan Diegma : teladan, ideal, model, asertif) dan secara Terminologis yaitu suatu cara pandang untuk menilai dunia dan sekitarnya yang merupakan perspektif umum yang nyata dan sangat kompleks.
Paradigma ini sendiri dirangkum dalam buku oleh seorang pencetus yang bernama Thomas S. Khun dengan judul buku "The Structure of Scientific Revolutions".
Kepribadian manusia bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti dalam pendapatnya Sigmund Freud yang menitik beratkan pada 3 hal yakni ID (Insting/nafsu dan tanpa norma), EGO (Penghubung antara ID dan Superego ke dunia nyata) dan Superego (Nilai/norma lingkungan sosial) . Dikatannya manusia pasti mempunyai pengalaman negatif.
Sementara John B. Watson (Bapak Behaviorism) berkebalikan dari teori Freud tadi, yang mengatakan bahwa perilaku manusia terbentuk dari pengalaman yang ditimbulkan dari lingkungannya/statment, dengan pembuktian uji coba pada bayi laki-laki dengan julukan "Little Albert".
Bayi tersebut ditanamkan mindset dengan cara saat ia melihat benda atau apapun itu yang berwarna putih ia harus teriak. Nah, saat bayi itu melihat tikus putih yang awalnya biasa saja menjadi sangat ketakutan dan menjerit karena mindset yang sudah ditanam tersebut. Eksperimen pada bayi itu diistilahkan sebagai classical conditioning.
Jika kita simpulkan kedua teori tersebut, bahwa sebenarnya kepribadian manusia itu pasti memiliki sebab akibat dari pengalaman yang pernah ia peroleh dengan penggunaan insting dan norma untuk bisa memprotect diri atau untuk mengambil sebuah keputusan.
Dalam keadaan #Dirumahaja, pernah ga sih lo kepikiran hal-hal yang selama ini belum pernah lo pikirin? Contohnya aja kaya mulai mikirin keadaan Indonesia dan dunia gimana ya kedepannya? Nah, mulai worry sendiri ujungnya. Hal yang kaya gitu tuh wajar, wajar banget. Soalnya inikan ngga berdampak soal aspek kehidupan yang kecil, tapi se-isi penduduk bumi.
Kira-kira selama PSBB yang kurang lebih 3 bulan ini lo udah ngelakuin kegiatan apa aja sih di rumah? Belajar? Main game? Berwirausaha? Rebahan? Banyak ribut sama pacar? Atau yang jomblo makin rajin ngayal dapet pasangan idaman?:v Hehe, ngga kok canda, santuy.
Kayanya pandemi ini bukan berdamapak soal ekonomi aja ya, tapi juga soal mental perseorangan apalagi ditambah kalo kita masuk kedalam fase "Quarter Life Crisis". Pernah denger isitlahnya kan? Masa dimana seseorang mulai galau soal karirnya dan tahap dimana seseorang pengen banget bisa di akui kehadirannya (apresiasi) sama orang di sekitarnya.
Pandemi ini bisa dibilang berhasil banget bikin hampir semua plan yang udah dirancang jadi ancur berantakan. Jangan sedih, bukan cuma lo aja ko, banyak orang-orang yang udah susah makin susah juga hidupnya, bahkan buat cari sesuap nasipun perlu mati-matian berjuang buat bisa ngedapetinnya.
Karena disini gue masih berada di ranah usia 19 tahun, gue mau lebih ngefokusin pembahasan soal personal paradigm-nya anak muda. Sebagai calon generasi penerus bangsa kita harus bisa lebih cerdas lagi dalam merancang plan karir kedepannya demi kesejahteraan pribadi juga kemajuan bangsa. Iya dong? Sebaik-baiknya orang adalah orang yang bisa memberikan dampak positif/bermanfaat.
Oke, tanpa panjang lebar basa-basi lagi gue disini mau sedikit sharing tetang materi yang gue dapet selama masa PSBB ini dari beberapa sumber salah satunya di youtube channelnya satu persen. Gimana sih biar bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi? Penasaran? Pantengin terus tulisan ini sampe abis ya. Let Gets Started!
Di atas tadi udah sempet disinggung soal plan. Salah satu hal yang mau di ingetin di poin ini adalah lo harus bisa mengendalikan semua pikiran negatif lo, banyak jalan menuju roma, plan satu gagal masih banyak plan lain yang bisa lo ambil, selagi lo masih muda. Ekspresikan semua hal yang menurut lo itu worth it buat lo. Masa muda masa untuk mencari jati diri bukan?
Ada salah satu filosofi yang pernah gue liat dan ini cukup menarik buat di bahas yaitu Filosofi Taoism. Filosofi ini berdiri di China saat Dinasti Zhou tidak stabil ribuan tahun lalu. Muncul berbagai aliran saat itu salah satunya Taoism yang digagaskan oleh Lao-Tze. Dalam filosofi ini memiliki prinsip yaitu prinsip "wu wei" inti dari prinsip ini adalah melakukan aksi dengan cara nonaksi. Nah, bingung ga tuh maksudnya gimana?
Jadi kuncinya filosofi ini mengarahkan kita pada rasa trust tentang apa yang udah pernah di rencanakan. Ngikutin arus simpelnya. Tapi ngikutin arus disini bukan berarti kita ga punya tujuan. Karena dari semua perencanaan yang udah ke schedule kita bisa jadi lebih fokus dan ga cemas kedepannya.
PSBB ini bikin kita makin jenuh dan overthinking tanpa refreshing, banyak yang jadwal tidurnya juga jadi ngga teratur. Tapi di rumah aja bukan berarti kita ga bisa eksplor kemampuan, minat dan bakat kita. Kita bisa mengarahkan waktu kita dengan hal-hal positif dengan menggunakan sosial media dengan bijak. Mencari sumber konten yang berfaedah.
Perlu kita tahu juga, bahwa manusia punya dua tipe pola pikir yang selama ini kita tahu keberadaannya tapi kita mungkin aga asing sama pembagian istilahnya. Mindset.
Mindset bisa di bagi dua yaitu Growth Mindset dan Fixed Mindset. Gagasan ini di kemukakan oleh Carol Dweck.
Growth Mindset punya ciri-ciri sebagai berikut :
- Seseorang berkembang itu bisa naik/turun
- Ngga gampang khawatir
- Gengsi yang rendah
- Menghargai hasil (Kegagalan = Kesempatan belajar)
- Kritik itu bukan serangan, tapi sarana memperbaiki diri
- Suka mengerjakan pekerjaan susah (tantangan)
Sementara Fixed Mindset ciri-cirinya sebagai berikut :
- Berkembang itu bawaan dari lahir
- Dan semua kebalikan dari ciri-ciri Growth Mindset di atas
Kesimpulannya orang dengan Growth Mindset itu selalu berusaha dan mengandalkan logika sementara Fixed Mindset adalah orang yang memiliki sugesti bahwa sesuatu terjadi karena faktor keberuntungan dan selalu mencari alasan dalam proses berkembang bahkan untuk dirinya sendiri.
Sebagai makhluk sosial kita tentunya punya beberapa teman yang memiliki kualitas saat di ajak diskusi. Harusnya ngga bikin kita punya pikiran yang sempit dan gampang buat ngejudge orang karena kita ga pernah tau hal sulit apa aja yang pernah di alami oleh seseorang. Bertemanlah dengan siapa saja tapi jangan mudah terpengaruh. Hidup itu butuh prinsip.
Jadi lo termasuk kedalam tipe Growth Mindset atau Fixed Mindset nih seudah tau gambarannya dari bacaan di atas?
Indonesia membutuhkan SDM yang mampu berpikir kritis bukan anarkis. Yuk kita jadi warga negara yang lebih unggul lagi demi masa depan yang lebih cerah. Pernah ga sih lo mikir usaha apa yang harus dilakukan supaya Indonesia bisa jadi negara maju kaya negara-negara tetangganya?
Kalo pernah ini saatnya lo mulai ubah setiap kebiasaan buruk lo dimulai dari paradigma pribadi.
Di penghujung tulisan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama pembuatnya.
Terima kasih bagi kalian yang sudah berminat membaca tulisan ini. Ini merupakan rangkuman tulisan dari hal apa yang pernah di pelajari, apabila terdapat kekurangan dalam penyampaiannya mohon di maklum. Pada penulisan kedua ini aku menggunakan gaya bahasa yang agak berbeda dari sebelumnya, semoga gaya bahasa ini bisa membuat kontennya ngga terlalu terkesan kaku, kalian lebih suka bahasaku menggunakan aku, kamu, kalian atau gue lo? Ada kritik dan pesan? Silakan sampaikan pada bio ku di blog ini ya. Terima kasih..
Yosh! Sayonara! Sampai jumpa di kesempatan berikutnya :D


Komentar